Teringat suatu kalimat di salah satu novel yang gue baca.
"Cinta dan benci itu beda tipis."
Maksudnya? Dari kemarin gue mikir semua maksud dari kalimat itu. Apa mungkin karena keduanya sama-sama gampang pergi dan kembali?
Jika cinta dapat berubah menjadi benci, pasti karena cinta itu telah dikhianati. Contoh gampang aja, saat lo punya pacar yang bener-bener lo sayang dan tiba-tiba mutusin lo tanpa alasan atau bahkan alasan putusnya yang gak logis, selain hati lo yang sakit pasti sempet juga rasa benci itu lewat di hati.
"Katanya cinta? Kok dimulut aja? Basi!"
Benci gak tuh? Nah, itu artinya cinta ga jauh beda sama benci, cinta itu beda tipis sama benci. Cinta yang gampang berubah jadi benci jika mereka dikhianati.
"Ati-ati lo kalo benci banget sama tuh orang bisa-bisa lo malah naksir ntar."
Sering denger temen lo bilang gini? Kalau dipikir ada benernya. Sangking bencinya lo sama seseorang, sangking seringnya lo stalking dan cari-cari kejelekan tuh orang! Tandanya perhatian! Bisa jadi lanjut tuh yang namanya bertengkar tiap hari, kalau ga beda pendapat sehari aja dicariin.
Menurut gue, benci yang terlalu benci bisa mengakibatkan kecanduan akan bertemu si doi. Bagi yang suka beda-pendapat-zone, yakin tuh ga ada rasa sedikitpun? Dipikir-pikir lagi deh..
Cinta yang berubah jadi benci dan benci yang berubah jadi cinta. Semuanya terkait oleh hati. Sama-sama gampang berubah dan dirasain dengan hati. Cinta dan benci itu beda tipis.
By the way, karena ini bulan Ramadhan, selamat menjalankan ibadah puasa bagi kaum muslim. Happy fasting!
new past
